The Spion Kop: Dari Perang Boer Ke Tribun Stadion

 Penulis - Naba Fiishafar

Sumber Foto: JHS - PHOTOS

Di dalam hingar bingarnya dunia sepakbola terdapat nama tribun stadion yang dapat mengingatkan kita akan sejarah perjuangan dan perlawanan, The Spion Kop, sebuah tribun stadion yang berada di bagian Barat laut Inggris atau yang biasa kita kenal dengan kota Liverpool tepatnya Anfield, stadion milik klub raksasa Inggris Liverpool FC. Nama The Spion Kop sendiri berasal dari bukit di afrika selatan yang menjadi saksi bisu terjadinya aksi yang sangat sengit yaitu perang Boer di awal abad ke-20. Seiring berjalannya waktu nama The Spion Kop sendiri telah bertransformasi dari tempat perang menjadi simbol semangat juang para pendukung di tribun Anfield, Lalu bagaimana perjalanan tersebut bisa terjadi?

Lahirnya nama Spion Kop sendiri tak ada hubungannya sama sekali dengan dunia lapangan hijau, Nama Spion Kop muncul pada akhir abad ke-19 Di Afrika Selatan, Tepatnya dekat dengan kota Ladysmith terjadi peperangan yang begitu hebat pada tahun 1900 selama perang Boer.

Dalam perang tersebut para pasukan Inggris berusaha  mengambil alih bukit di tempat itu, Bukit itu bernama Spion Kop, Atau dalam bahasa belanda berarti “Bukit Pengintai”. Nahas, Sekitar 300 tentara inggris gugur secara tragis dalam pertempuran itu, Dimana kebanyakan tentara Inggris itu berasal dari kota Liverpool. Namun di balik itu semua nama Spion Kop menjadi tersebar luas, Sehingga banyak orang meliput kejadian tersebut, Terutama di Inggris.

Liverpool FC akan membangun sebuah tribun berdiri pada tahun 1906, Tribun ini dirancang untuk meningkatkan gairah para pendukung ketika menonton tim kesayangannya. Setelah beberapa waktu, Jurnalis Liverpool Daily Post dan Liverpool Echo, Ernest Edwards, Mengusulkan nama Spion Kop untuk menjadi nama tribun berdiri tersebut.

Nama Spion Kop pun akhirnya dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada tentara Liverpool yang gugur di pertempuran tersebut. Hingga saat ini, Tribun legendaris tersebut lebih dikenal dengan nama The Kop.

Seiring detik detik berlalu, The Spion Kop bukanlah sekedar tempat para pendukung menonton pertandingan, Melainkan terdapat ikatan semangat antara para pendukung dan pemain, Para pendukung disini pun tidak hanya sebagai penonton biasa, Tetapi ikut menjadi bagian tim, Mereka merayakan, Berteriak, Bernyanyi seolah olah mereka sedang memainkan pertandingan di lapangan hijau.

Teriakan khas para pendukung yang berdiri di The Spion Kop selalu menyelimuti kehangatan suasana di dalam stadion, Kehangatan tersebut sangatlah dibutuhkan oleh pemain yang bermain, Sebaliknya untuk pemain lawan kehangatan tersebut menjadi sangat mencekam karena para pendukung di tribun The Spion Kop sangatlah bergairah ketika bernyanyi mendukung dan bersorak ceria.

Bagi pendukung Liverpool sendiri, The Spion Kop bukan hanya sekedar tribun biasa ia adalah simbol dari perjuangan, keberanian dan kesetiaan. Mereka adalah warisan sejarah yang telah berlangsung  lebih dari satu abad.

Sejalan dengan putaran masa, Semangat juang para pendukung di Spion Kop tak akan pernah pudar, Mereka akan terus menjadi simbol abadi dari semangat yang mengintai terus di dalam stadion, Poor Scouser Tommy menjadi lagu yang merepresentasikan bagaimana semangat para tentara liverpool di pertempuran, Seperti liriknya yang berbunyi “Ohhh….. I Am Liverpudlian, And I come from the Spion Kop, I love to sing, I love to shout, I go there quite a lot”. Begitu menyuratkan betapa dalam arti kecintaan tentara Inggris terhadap tim Liverpool.

The Spion Kop tidak hanya menjelma sebagai sebuah tribun tetapi mengingatkan kita bahwa dalam sepak bola, kita tak akan pernah berjalan sendirian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

F2WL

Press Release

Morissey: Muda Digandrungi, Tua Penuh Kontroversi