Morissey: Muda Digandrungi, Tua Penuh Kontroversi
Penulis: Naba Fiishafar
![]() |
Sumber Foto: Kerstin Rodgers/Redferns/Billboard |
Pemberontakan dan Keanggungan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Morrissey di masa muda seiring dengan lagunya "This Charming Man". Namun semua itu hanyalah lintasan waktu, kini Morrissey telah mengalami metamorfosis menjadi tua yang sangat menjengkelkan. Bagaimana hal itu terjadi pada diri seorang penyanyi berkebangsaan Inggris itu?
Morrissey muda yang dianggapnya adalah seorang anti-mainstream dan mempunyai sikap yang tajam terhadap status quo, kini malah harus dihadapkan dengan realita yang kejam. Pasalnya sikap dan pernyataan pernyataanya sering mengundang badai kontra, seperti pernyaataannya mengambil dukungan terhadap partai politik yang anti islam, For Britain Movement. Morrissey juga menegaskan bahwa ia bertaruh harapannya terhadap partai itu.
Morrissey yang dulu dihormati oleh berbagai kalangan, hari ini telah dianggap sebagai tua yang begitu penuh kontroversi, perilakunya yang memihak terhadap pelaku pelecehan seksual telah mencerminkan bahwa ia adalah tua yang menyebalkan, sebabnya Morrissey malah melayangkan pernyataan seperti ini " One wonders if the boy did not know what would happen, When you are in somebody's bedroom, you have to be aware of where that can lead". Sangat disayangkan Morrissey malah melontarkan kalimat seperti itu.
Tapi, di balik segala kejengkelan Morrissey ini, ia tetaplah seorang pemusik yang sangat berpengaruh di mata sejarah, lirik dan musiknya telah menemani banyak orang saat dalam kegelapan dan kesepian. Dari seorang pemuda yang banyak digandrungi oleh orang orang hingga menjalani masa tua yang penuh kontroversi, perjalanan karir Morrissey telah mencerminkan bahwa manusia tidak akan selalu sama.
Ada masa cowok maupun cewek berlomba bergaya layaknya Morrissey, dimana banyak pemuda di segala penjuru dunia memakai kaos bergambar wajah Morrissey, bertuliskan The Smiths, menggenggam setangkai bunga, dengan model rambut ala James Dean. Jauh hari sebelum para pemuda itu membenci idolanya di kemudian hari.

Komentar
Posting Komentar